Claiming Porn Star Sex with Lindsay Lohan

Monday, April 2, 2012
 Claiming Porn Star Sex with Lindsay Lohan@http://papa-anggry.blogspot.com
 News Technology Update, Download free, Tutorial, Blogspot, Entertainment, android, blackberry, iphone, ipad, ipod, mp3, video, lyrics, Health and Sports, Health and Sports,


Claiming Porn Star Sex with Lindsay Lohan
.

*AFTER "engaged in combat with a man who claimed his car struck in hit and run accident, this time Lindsay Lohan hit by new allegations.

@As reported by dailymail site, a porn star on a radio show claimed to have had sex with 25 year-old actress.*

Alex Torres claims to passionate night when Lindsay's father was at home. The man who is famous Voodoo calls that appear on the show The Jim Richards on Newstalk 1010 in Toronto program#

When Richards asked for advice about the Torres Michael Lohan, the porn star said, "Ask Michael if he knew about the events in the evening I was with her daughter on the floor of her house."

Torres also added that Lindsay Lohan has paid his services, and many Hollywood celebrities use his services at high prices*

This is not the first time that adult actor reaped controversy. He was once fired from a part time job as a skydiving instructor in October because it uses aviation facilities to make a sex tape.

It seems that this allegation is also made for Lindsay reportedly had a relationship with photographer Terry Richardson*


" Claiming Porn Star Sex with Lindsay Lohan"

QUIEN VISITA TU PERFIL- FACEBOOK

QUIEN VISITA TU PERFIL- FACEBOOK@http://papa-anggry.blogspot.com
 News Technology Update, Download free, Tutorial, Blogspot, Entertainment, android, blackberry, iphone, ipad, ipod, mp3, video, lyrics, Health and Sports, Health and Sports,

 QUIEN VISITA TU PERFIL- FACEBOOK

 QUIEN VISITA TU PERFIL- FACEBOOK
@Este es mi primer video con Vegas Movie Studio HD Platinum...
a ver que tal les parece!jajaja%
*Bueno amigos, este video es para mostrarles algunas herramientas basicas para saber quien visita tu perfil de Facebook, creo que esta es una de las busquedas mas grandes en Google. Las aplicaciones son borradas porque estan infringiendo los derechos de privacidad de los usuarios...y pues...jmmm, pero no importa, aca les traigo tres muy buenas aplicaciones..
Facebook es una red social demasaido grande y creo que tiene sus vemtajas saber quien visita tu perfil y saber quien es tu mayor fan...jajajaja
Bueno, les dejo los links de las paginas o de las tres opciones-aplicaciones que puse en mi video!
Links:
Quien Visita Tu perfil:
My Top Fans:
My Fansz:

Espero que les sirva!!!

MrMarchenprinz

"Ekk Deewana Tha" Hindi 900MB DVDRip XviD Mp3 ESubs TeamTNT

Ekk Deewana Tha (2012) Hindi 900MB DVDRip XviD Mp3
 ESubs TeamTNT@http://papa-anggry.blogspot.comNews Technology Update, Download free, Tutorial, Blogspot, Entertainment, android, blackberry, iphone, ipad, ipod, mp3, video, lyrics, Health and Sports, Health and Sports,




Code:
File size : 900MB
Duration : 02h 17mn xx
Width : 608 pixels
Height : 256 pixels
Aspect Ratio : 2.37:1
Video Bit Rate : 811 Kbps
Audio Bit rate : 96 Kbps ABR
Frame Per Second : 25.000 fps
Subtitles : English
Source : TeamTNT


yasudah, bye.

insom nih, gak insom sih, mungkin gara-gara siang tadi surga banget bisa tidur siang, yaap! kelas ptk gak ada, soalnya sabtu udah digantiin kuliah umum, jadi dapet surga banget siang tadi, padahal besok mesti ke kampus jam 8, kelas sih jam 10 karna besok ditugaskan untuk jaga stand makanan i'm kom wooop! semoga gak telat. aniwei, postingan-postingan sebelumnya akhir-akhir ini pendek banget gitu ya, kaya ga niat, cuma sekalimat sekalimat gitu, dan kebanyakan galau. hwhwhw. mau cerita apaan ya? yang di bbmin udah pada tidur semua, sepi, ngecheck oceanup, justjared sama disneydreaming gak ada perubahan soalnya udah di check berulang-ulang hari ini, hhhhhh. dont know what to do, dont know what to tell. banyak banget yang mau di postingin loh, tapi entah kenapa rasanyaaaaa males untuk mindahin foto dari bb ke leptop. cerita apaan dong ya-_- yaudahlah sesukanya mau ngetik apaan aja. 
entah kenapa oh entah kenapa english aku low dan low benjet, #shit hasil kuis yang tadi nilainya sama sekali gak memuaskan, malah memuntahkan, Allahuakbar! what happened....what happened. gimana coba telling ke papa begini nih-_- taktauharusbagaimana. miley belajar lagi..puput belajar lagi, harus dapet bagus di uas, amin woop woop. 
trusnya, sekarang jadi pelupa, teledor apa lupa, bukan lupa benda dan barang, malahan hal yang penting, kaya di postingan sebelumnya aku udah ceritain kalo aku lupa-_- masukin fotonya itin di surprise picnya teteh ;( massive sorry itin, masyaAllah. sumpah ya, padahal udah di checkin foto mereka semua waktu di bb, trus waktu di folder bluetooth kan nyampur gitu, entah kenapa lengonya lupa searching 'little' itin megang kata 'little' -_- lengo kan ya, ini sama aja kaya waktu buat novel kemaren, di thanks to *ups* hahaha lupa masukin namanya david-____________-" bisa banget lupa. tapi 2 kejadian ini emang beneran lupa. hwhw. ngerasa sih ada yang ngeganjel gitu, tapi gak ngerti apaan sampe akhirnya udah liat hasil dan baru ngeh, Allahuakbar.
disaat aku bilang A kenapa orang lain bilang G apa P -_- ini yang aneh siapa ya, disaat orang suka Joe atau Nick, kenapa aku sukanya sama Kevin, disaat orang-orang merasa Harry sama Zayn yang paling seksi, kenapa aku bilang Louis seksinya pake banget, aneh banget-_- emang sih sukanya orang beda-beda gitu kan ya, cuma di aku perbedaannya terlalu terlihat whahaha cnd cnd. 
aku punya toys stuff baru loh :3 hahaha gapenting sebenernya nih tapi yasudahlah.
Justin Bieber makin kewl :3 
Joe Jonas kemren ke Aussie masa.
teteh lagi demam suju
deke lagi sibuk jadi kepanitiaan gitu tsaaaaaaah doggie doggie gaya banget haha
tadi main gaknyambung-gaknyambungan gitu sama pebi hahahe telengo, permainannya adalah seperti ini, hanya dengan bbm aja kok, so easy:
A: kamu dimana?
B: emang enak ya sotonya
A: loh itu sama aja kaya punya #jawir (nama asalan)
B: sudah ku kasihkan
.....
ya seperti inilah permainannya <3 hahaha.
kangen banget sama westlife, jadi tiap youtubing searchingnya westlife, westlife itu with bryan, kalo without ya bukan westlife, mungkin namanya akan menjadi... joseph? #ignore
sorry sorry aja ya ces, sekarang sama 'anda' mainnya straight to the point, atau namanya straight to the your face ya? haha, sorry banget, udah males di 'muka duain' sama kamu, jadi ya boleh dong sekarang main ginian, sip deh.
jadi trendsetter itu bangga, tapi... kalo di copy mutlak kan ga enak, halo yang biasa pake english super master, kok abis aku visit punya kamu kok...loh kok :OOOOOO
cheekychubby, i dnt know kenapa jadi semakin dan semakin.... bismilahirahmanirahim, lemme know Your answer yaAllah, amin.
yasudah, bye.
what Lois always said is
if his feedback isn't good, just leave, before...you fall more.. and more..

actually, i fell so deep :|
and the feedback? hell! i can't describe,
wooop! -_- 


we laughed but seems so different, oh no problem, i can change it ;) i CAN wooop wooop!

Madonna Gang Bang - 4shared ziddu youtube torrent

Sunday, April 1, 2012
"Madonna  Gang Bang"
from keywords free download mp3 4shared ziddu youtube torrent Zippyshare
  Torrent  RapidShare Banashare ziddu youtube torrent@ http://papa-anggry.blogspot.com/ 


Madonna  Gang Bang@ http://papa-anggry

Madonna - Gang Bang


*Bang bang, shot you dead*
Bang bang, shot you dead (In the head)

*Bitch out of order
Bat out of hell
Fish out of water
I'm scared, can't you tell..
Bang bang, shot you dead
Bang bang, shot you dead

*I need a decision
I would never look back
So how did you .......

*Bang bang, shot you dead
Bang bang, shot you dead

*Bang bang, shot you dead
Shot my lover in the head
Bang bang, shot you dead
Girl I have no regret

*Bang bang, shot you dead {In the head}
Bang bang, shot you dead
Shot my lover in the head

dewanAta :(

who's dewanAta?
it came from dewanata and ata. 

ata itu abang aku, emg gak pernah cerita banyak soal dia disini, males ;p haha gak ko, karna emang dia gak pernah spesial, gak juga haha *bisadigampar* yaudahlah dia itu abang kesayangan yang superduper cerewetnya, egoisnya he'eh, belengnya iya, lengonya apalagi, protectif benjet, ganteng sih dikit looks like **tun haha, well... we have nickname eachorther, i called him utun as usual <3 tiap kali dia punya cewe, aku gak pernah 100% srek benjet, sampai akhirnya he found "Dewanata Ica" , gak tau mereka kenal dimana, abang ga pernah cerita, dan yang biasanya aku terus tanya utun lagi deket sama siapa, waktu itu sama sekali gak ketanya, aku lagi sibuk sama universitas sama sini, eh gaktaunya.. dia ganti dp pake foto cewe berjaket leather gitu, that's so beautiful dan akhirya utun cerita itu pacar barunya, namanya ya itu tadi Dewanata Ica, kaaa ica.. aku mnta utun biar kasih pinnya dan yaudah itu berlanjut-berlanjut.. she's so kind and i love it ;) 

makin lama mereka 'jalan' bareng, abang makin berubah, dia jadi lebih teratur dalam semuanya, she's so kind and good i've told you ;) aku juga deket sama ka ica, walaupun gak enaknya nih sampai detik ini belum ketemu, pas kemaren aku balik mereka putus-_- aku nyampe sini eh balikan lagi.... dan.. tadi malem, mereka putus lagi hwhwhw. awalnya, cuma mikir gara-gara april mop, yah mungkin mereka iseng, karena mereka pasangan yang lengo-lengo tapi unyu, eh tapi lama-lama jadi kawatir, akhirnya aku bbmlah si abang, biasanya selalu ka ica duluan yang aku bbm kalo ada apa-apa, tapi ini abang, dan dia langsung bales...... "maafin abang ya de"  bingung, semakin yakin antara april mop ataukah emang beneran, dan akhirnya bbm ka ica, eh sama gitu bbmnya yasudahlah~ gak yasudah gitu ajasih, gimana yaaaa kaya gamau aja abang itu kemana-mana selain ke ka ica, kampret -_- butun ini, bukan aku yang putus tapi keikut galau mikirin hwhw, iya ka ica changed him alot, gara-gara ka ica abang jadi rajin bangun pagi, padahal biasanya -____-" banyak deh, menjurus ke arah yang lebih baik, dan ini air mata netes begitu-_- ka ica ngirim voicenote Allahuakbaaaaar! Idk why loh, i felt so close with her and closer to him. ini abang gabisa dihubungin kan, biasa dia kalo galau suka ekstrimm kelewat batas dan gila-gilanya kumat-_- jadi takut sendiri dan kekasihnya meneteskan air mata haru, mau udah putus tetep aja ka ica cewenya abang yaa *maksa* bodo amat ;'p yaudahlah, yaudahlah, putus sekarang aja tapi ntr meritnya bareng ;') iloveyou. both. 

 

Bored in Science!

Right now i am currently at school and in science. We are supposed to be doing our science with the stars poster but i am done and i have nothing to do! So i went and got a computer and now i'm on my blog!!! I have to go to period 5 now so...... c ya!!!
he's so cheeky chubby :3
his smileeee omaaaigaaaah...he's cute!

Jembatan Tak Kembali


Aku akan bercerita pada kalian. Bercerita tentang sebuah jembatan. Namanya adalah Jembatan Tak Kembali. Mengapa diberi nama demikian? Karena, setiap yang menyeberang di jembatan itu, tak akan kembali. Disergap oleh batas yang ada di seberang sana. Seberang yang berkabut. Dan berisi kesempurnaan.
Dan sebagai jembatan, maka Jembatan Tak Kembali adalah jembatan yang begitu indah. Kerangkanya berwarna merah. Punggungnya kuning keemasan. Sedangkan pagar pembatas samping kiri-kanannya seakan-akan selalu berputar pelan. Seperti berputarnya jarum jam yang bunyinya begitu halus. Deg-deg-deg surrr.
Tapi, meski tak kembali, selalu saja, hampir tiap saat ada yang menyeberangi jembatan itu. Dan si penyeberangnya berasal dari sekian kalangan yang berbeda. Baik berbeda umur, status, atau kepandaian. Dan rata-rata, mereka selalu menampakkan wajah yang ceria. Penuh harap. Dan gelora.

Bahkan, jika kalian saksikan, selalu saja ada di antara mereka (yang menyeberang itu) bernyanyi. Terutama bernyanyi tentang apa-apa yang membuat semua nafsu buruk memadam. Berganti dengan seribu genta mungil yang melayang-layang. Genta mungil yang berdenting. Seperti denting sebaris mantra. Mantra tentang sorga yang dicinta. Sorga yang ketemu lagi.

Dan sorga yang akan membuat mereka mencapai tingkat yang tiada tara. Tingkat, di mana, apa yang mereka sandang akan menjadi sempurna. Dan menjadi sesuatu yang menurut kabar yang ada, mencapai titik yang tak terjabarkan lagi. Misalnya, yang pintar masak, akan dapat memasak tanpa kompor. Yang pintar silat, akan bersilat tanpa bergerak. Dan yang pintar berlari, akan berlari tanpa mengenal tenaga.
”Hoi, berilah kami kelancaran untuk menyeberang!”
”Hoi, juga kelancaran agar tak terperosok!”
”Hoi, juga keteguhan diri!”
Tentu saja, meski mereka menyebut: ”Hoi!,” tapi nada suara mereka bukanlah nada yang memaksa. Sebaliknya, penuh ketulusan dan kerendahan hati. Ibarat sebuah lautan yang biru dan dalam, betapa, betapa tenangnya nada suara mereka. Dan ibarat gunung yang menjulang, betapa, betapa, sampainya puncak gunung itu ke langit lapis ketujuh.
Langit yang di semua sisinya begitu meluas dan makin meluas. Seperti tak ada lagi makhluk yang sanggup mengukurnya. Meski itu cuma di dalam pikiran dan khayalan. Pikiran dan khayalan yang sanggup untuk menulis sekian ribu halaman buku. Buku yang berisi tentang semua pengetahuan yang pernah ditemukan dan yang akan ditemukan.
”Ayo, kita menyeberang. Sampai jumpa ya!”
”Yup, kita menyeberang bersama-sama!”
”Siap! Ayo berangkat!”
Dan mereka (yang menyeberang itu) pun menyeberanglah. Dan rasanya, ketika kaki mereka menjejak di punggung jembatan, pun menjelma semacam langkah-langkah sebuah tarian. Langkah-langkah yang gemulai. Ke kiri, ke kanan. Indah dan memesona. Mungkin, jika saja langkah-langkah itu berada di atas panggung, tentu akan menjadi sebuah pertunjukan yang serasi, kompak, dan menggetarkan.
Sedangkan bagi yang melihatnya. Yang berada di pingir-pinggir, dan yang tak ikut menyeberang, cuma bisa melambai. Sambil tetap mengarahkan pandangannya tanpa berkedip. Di hati mereka, pun penuh dengan doa. Doa yang bermuara pada satu harap: ”Cepat atau lambat, kami segera juga menyeberang. Menyusul mereka. Menyusul untuk mencapai kesempurnaan. Tunggu saja.”
***
Hmm, itulah ceritaku tentang Jembatan Tak Kembali. Sebuah cerita yang penuh teka-teki. Kenapa? Karena aku yakin, kalian pasti akan bertanya: ”Jika mereka yang menyeberang itu telah sampai di seberang jembatan. Di tempat yang berkabut dan berisi kesempurnaan, lalu apa yang dilakukannya? Apakah mereka menjadi puas? Atau ada hal lain yang perlu untuk juga diceritakan di sini?”
Ahai, pertanyaan yang bagus. Pertanyaan yang memang aku nanti. Dan jujur saja, ternyata, ketika telah sampai di seberang, dan memperoleh kesempurnaan yang diharapkannya itu, mereka memang menjadi lain. Apa yang mereka sandang telah mencapai pada titik yang tiada tara. Tak terjabarkan. Semuanya hanya tinggal dipinta dan diucapkan. Langsung tersedia. Dan langsung bisa untuk direngkuh.
”Aku ingin berlari ke bukit!” maka sampailah mereka ke bukit. Atau ”Aku ingin merasakan masakan paling nikmat!” pun langsung tersedia. Dan itu membuat mereka bahagia. Dan membuat mereka untuk terus-terusan mengucapkan ini-itu yang beragam. Ini-itu yang membuat mereka cuma berada di tempat. Tak bergerak. Sebab, buat apa mesti bergerak, jika apa yang diinginkan selalu tersedia di hadapan. Tersedia dalam aneka ragam yang dapat disesuaikan.

Jadinya, karena kelamaan tak bergerak, pelan-pelan mereka pun menjadi terdiam. Hanya mata mereka saja yang kedap-kedip. Mata yang begitu sempurna dan layak untuk disebut sebagai mata yang bulat, bundar, dan penuh ketenangan. Mata yang kini tampak tak lagi memikirkan bagaimana cara mengasah apa yang disandangnya.

Ya, mereka kini bukan lagi sebagai pengejar dari apa yang mesti dikejar. Sebaliknya, mereka jadi sebagai si pendiam. Si pendiam yang tak lagi menginginkan apa-apa. Sebab, apa yang mesti diinginkan, jika semuanya begitu mudah untuk terwujud dan tercapai? Dan begitu mudah untuk dibentuk hanya dengan sebuah ucapan? Dan rasa-rasanya, tanpa mereka sadari tubuh mereka pun mulai mengeluarkan serabut.
Serabut halus. Serabut yang entah apa warnanya. Tapi begitu berkilau. Dan begitu menerangi tempat di mana mereka berada. Dan saking terangnya, apa-apa yang bergeriapan di sekeliling mereka pun terlihat. Apakah itu yang terbang, merayap, berguling, atau hanya sekadar terpaku tak bergerak. Semuanya terlihat. Dan semuanya seakan-akan memang begitu bahagia hanya untuk dapat terlihat.
***
”Akh, aku tak jadi menyeberang deh!”
”Loh?”
”Iya. Jika akhirnya cuma seperti itu, terus buat apa.”
Ya, ya, itu adalah perkataan Jose di pagi ini. Perkataan yang mungkin kesekian kalinya. Dan memang perlu kalian ketahui, Jose adalah satu-satunya orang yang kerap membatalkan niatnya ketika akan menyeberangi jembatan.

Padahal, jika boleh aku bercerita pada kalian, semua yang ada di diri Jose sudah mumpuni. Dan layak untuk mencapai kesempurnaan. Lain itu, barangkali, hanya Jose-lah yang telah digadang-gadang oleh semua orang untuk segera menyeberang.

”Tapi, siapa nanti yang akan memberi makan kucing-kucingku?” sergah Jose.
Kucing? Astaga, inilah alasan sejak dulu yang mengganjal diri Jose untuk menyeberang. Alasan untuk memberi makan kucing-kucingnya. Dan kini, kucing-kucing Jose tidak lagi lima atau enam ekor. Tapi mungkin hampir lima puluh ekor. Dan setiap pagi, siang, dan sore selalu diberinya makan.
”Kucing-kucingku butuh makanan yang layak?” begitu tambah Jose, ”Sebab kucing-kucingku itu hampir tiap malam mengejari tikus-tikus. Tikus-tikus yang gemar merusak setiap apa yang ada di kampung. Dan kalian tahu jugakan, tikus-tikus yang merusak itu, kini semakin banyak. Gemuk-gemuk. Dan ngawur-ngawur. Bahkan, saking ngawurnya, di siang bolong pun berani merusak juga. Seperti sudah tak ada lagi yang ditakuti.”
”Terus, kapan kau akan jadi sempurna?” tanya seseorang.
”Aduh, biarlah tak jadi sempurna. Asalkan kucing-kucingku masih dapat aku urus.”
Dan seperti yang sudah-sudah, Jose pun kembali meninggalkan pinggir Jembatan Tak Kembali. Semua orang memandangnya. Semua orang melongo. Dan seperti pendekar dari dunia antaberantah, kucing-kucingnya pun mengintil. Kucing-kucing yang lucu. Kucing-kucing yang tangkas. Dan kucing-kucing yang membuat orang yang melihatnya jadi gemas.

Bagaimana tidak gemas, kucing-kucing itulah yang kerap mengganggu mereka ketika sedang makan. Atau sedang enak-enak tidur. Sebab, tingkah laku dan suara ngeongnya demikian keras dan memekak. Apalagi jika sudah memasuki musim kawin. Ck ck ck kampung pun seakan-akan berubah menjadi panggung simponi yang ribut. Simponi yang sering membuat genting-genting bergeser.

Jose, Jose, ya, itulah nama orang yang tak mau menyeberangi Jembatan Tak Kembali. Jembatan untuk memperoleh kesempurnaan. Hanya karena tak mau meninggalkan kucing-kucingnya. Dan karena ketakmauannya itulah, banyak orang di kampung yang membicarakannya. Ada yang bangga. Ada yang cuek. Dan ada pula yang diam-diam menyebut Jose sebagai si aneh.

Si aneh yang lebih suka memberi makan kucing-kucingnya daripada mengejar kesempurnaan hidupnya. Dan mereka yang diam-diam menyebut Jose sebagai si aneh ini, semakin lama, semakin bertambah. Dan siasat pun mulai mereka gariskan. Yaitu, bagaimana caranya agar kucing-kucing Jose dapat berkurang.
Mulailah mereka mencuri kucing-kucing Jose. Yang kuning. Yang coklat. Yang hitam. Yang putih. Dan yang kelabu pun dicurinya. Dimasukkan ke dalam karung dan dibuang ke luar kampung. Sampai akhirnya, kucing-kucing Jose habis. Dan Jose pun kelimpungan. Dan Jose pun menjadi sedih. Setiap waktu, setiap saat, kerjanya cuma mencari kucing-kucingnya yang hilang.

Dan di antara rasa sedih dan mencari inilah, mereka yang telah mencuri kucing-kucing itu, berkata pada Jose: ”Jose, percayalah, kucing-kucingmu itu telah menyeberangi Jembatan Tak Kembali. Menyeberangi secara diam-diam.” Tapi anehnya, sejak perkataan ini terlontar, sejak itu pula sosok Jembatan Tak Kembali pun jadi menghilang. Tak berjejak. Seperti ditelan kegaiban.
Dan tikus-tikus, yang kini tak lagi punya penghalang itu, pun segera merajalela di kampung!

(Gresik, 2011)
buat jose rizal manua dan maman s. mahayana

Tersenyumlah Sahabat Ku!!

Kala mentari sudah mulai menampakan dirinya, pancaran sinarnya pun mulai terasa hangat. Tubuhku sudah siap untuk menyambut pagi ini, meski bahan makalah masih terbengkalai, laporan karya ilmiah masih terbengkalai, tugas-tugas sekolah pun masih terbengkalai dan sekarang muncul pula masalah yang memusingkan kepala. Meski pikiranku ini tak karuan, aku paksakan kaki ini untuk terus melangkah ke tempat tujuan.

Cerpen Sahabat, Cerpen tentang Sahabat, Cerpen Sahabat Terbaru 2011Dia datang dengan wajah cemberut, yang duh .... aku tak suka, wajah itu mengingatkan aku pada musuh-musuh teroris yang seakan-akan ingin memangsa negeri ini sampai tak berdaya. Gayanya, senyum sinisnya, bicaranya, diamnya dan aku muak pada semua yang berhubungan dengannya. Iya ... aku tau, dia sahabatku. Sahabat yang selama ini ada disampingku, berjuang dan hidup di tempat yang sama, bahkan tak jarang makan dan tidur bersama. Tapi sedihnya kebersamaan yang indah itu harus terenggut begitu saja, kami mengalami perang dingin semenjak kebersamaan itu terekat semakin indah. Awalnya tidak ada yang salah, kami tetap seperti dulu, akrab dan selalu bersama, dimana-mana berdua, dimana diri ini berada, disitu pun ada dia. Tapi seketika bencana datang menghadang, ombak yang besar menghancurkan sendi-sendi persahabatan kami, dan yang ada kini hanya tinggal puing-puing tak berarti.
Aku sedih .. !!

Iya ,, aku sangat sedih. Dalam waktu sekejap persahabatan yang indah itu hancur berkeping-keping. Wajah manis berubah menakutkan, tak ada kata yang keluar dari bibirku dan bibirnya. Bibir itu mengatup tanpa komando. Kebahagiaan berubah menjadi kesedihan, kebersamaan berubah menjadi perpisahan. Meski raga bersatu tapi jiwa terpisah.

Sering aku bertanya dalam hati, kenapa ini bisa terjadi?? Mengapa kesedihan yang sama harus terulang kembali, mengapa harus ada kesedihan setelah kesedihan itu pergi ??
Tapi sayang, tak ada jawaban !
Pertanyaan hanya tinggal tanya. Aku hanya manusia biasa, aku tetaplah insan lemah yang tak punya daya. Aku tidak bisa mengelak dari bencana itu.

“ Rha, besok giliran kelompok kita untuk presentasi, tadi siang Fachri kasih tau aku.” Aku beranikan diri menghampirinya. Aku harus bisa melawan syetan itu. Aku tidak mau dicap sebagai orang yang suka memutuskan tali silaturrahmi. Seperti sabda Nabi dalam sebuah hadistnya : “Tidak akan masuk surga orang yang mendiamkan saudaranya selama lebih dari 3 hari.”

Percuma beribadah sepanjang masa kalau akhirnya tetap masuk neraka. Itulah kenapa aku mati-matian ungkapkan sepatah dua patah kata padanya. Aku tak peduli apakah dia mau dengar atau tidak, ditanggapi atau tidak aku tak peduli. Biar saja, yang yang penting tugas dan kewajibanku selesai. Dia mengangguk sambil bergumam pelan, aku tidak sempat mendengar gumaman itu karena aku terlanjur mengangkat kaki dari sana, aku tak punya daya untuk terus menopang kaki di tempat itu. Tak ada ucapan terima kasih yang aku dengar dari bibirnya. Biarlah ! aku tak butuh ucapan terimakasih itu, yang pasti aku lega karena kewajiban itu berhasil aku tunaikan. Setidaknya aku tidak akan masuk neraka karenanya. Itu saja !

Lambat laun perang dingin itu tercium juga. Teman-teman sekelas pun heran melihat aku yang tidak seperti biasanya. Mereka yang tau aku dan kenal siap aku, mereka yang selalu melihat aku dengan Zahra selalu bersama-sama. Tapi sekarang .. mereka tak melihat lagi hal itu. Mungkin mereka juga sudah tau masalah antara aku dan Zahra.

Aku ditemui Nabil setelah bel pulang sekolah di ruang kelas.
“ Syah, ada masalah ya sama Zahra ?” tanyanya sambil menarik kursi dan duduk disampingku. Mau tak mau aku harus jujur.
“ Iya, aku juga ngga tau kenapa bisa terjadi ?” ujarku.
“ Awalnya gimana sih kejadiannya ?” Nabil balik Tanya.
“ Aku rasa karena masalah kemarin, dia nanya tapi aku menanggapinya kurang ramah. Seharusnya dia juga ngerti kalau saat itu aku lagi bingung dan panik.”
” Kamu kenapa jawabnya kurang ramah?” protes Nabil.
”Aku kesal aja, dia ngga sopan sama aku. Memang dia anggap aku apa ?” Aku balik protes.

” Aku tau, semuanya terjadi karena kalian sama-sama panik dan terjadilah salah paham seperti itu. Sekarang kamu lupakan saja masalah itu.kembalilah bersikap biasa, bersahabatlah seperti dulu. Aku ngga suka kamu seperti itu.
” Sebenarnya aku yang salah, seharusnya aku bersikap bijaksana, tidak boleh membalas keegoan dengan keegoan yang lain.”

” Nah ,, itu kamu tau sendiri. Sekarang kamu harus seperti dulu lagi, sapa dan bicaralah denganya. Jangan takut dicuekin, itu tantangan mulia untukmu. Ayo Aisyah ...berjuanglah ! sangat mulia orang yang menghubungkan silaturrahmi.” Nabil menasehatiku. Aku bersyukur punya teman yang perhatian dan suka mengingatkan. Dia memang teman yang baik.

” Makasih ya ,, Bil. Aku akan berjuang mengembalikan jalinan itu kembali. Mohon doanya ya !!
Aku menggerakan bibir sambil membentuknya menjadi lebih indah, itu senyuman paling manis yang aku ciptakan. Aku berharap senyumman itu bisa meluluhkan hatinya. Tapi ternyata senyum itu hanya tinggal senyum. Senyuman manisku teracuhkan begtu saja, dia melengah tanpa membalas sedikitpun. Hatiku menyuruh sabar .. sabar .. dan tetap sabarr.

Perjuangan belum usai !!
Aku tidak boleh menyerah ...
Aku harus tetap berjuang sampai senyuman manisku dibalas dengan senyuman yang paling manis.
” Oya ,, Rha , besok materi presentasi kita tentang wawancara, drama dan pidato.” Lagi-lagi senyumku mengembang sambil menyapanya. Aku bersyukur punya bahan pembicaraan supaya bisa berbicara dengannya. Dia diam saja, lagi-lagi tanpa ucapan terima kasih. Ah ,, sudah biasa.

Hari ini kos’an sepi, sunyi, tak ada suara-suara yang berarti. Mungkin semua orang sibuk dengan aktivtasnya disekolah. Aku tau, di kamar sebelah ada Zahra. Aku juga tau, hanya aku dan Zahra yang tersisa di kos’an hari ini. Aku sengaja berangkat agak siang ke sekolah,karena aku tau Zahra masih siap-siap di kamarnya. Aku beranikan diri menghampirinya dan mencoba menyapanya. Bermaksud untuk mengajak beangkat kesekolah bersama, tapi sayang sepertinya usahaku kembali sia-sia. Dia seolah-olah menganggapku tak ada. Saat itu, tak sanggup lagi rasanya hatiku menerima perlakuan seperti ini. Dia hanya diam saja tak perdulikan omonganku.

” Rha ,, aku kesekolah duluan ya.” Lagi-lagi aku tabah-tabahkan hati setelah sekali lagi dicuekin. Dalam hati aku berdoa semoga Allah melembutkan hatinya dan bisa menerima aku kembali menjadi sahabatnya. Sayang ,, persahabatan indah itu harus pupus di tengah jalan setelah sekian lama membinanya

” Boleh bicara, Rha ?” Aku menghampirinya di perpustakaan. Dia cuek, tanpa mmenoleh sama sekali, matanya lekat tertuju pada buku yang sedang dia baca.

“ Rha ,, kamu dengar suara aku kan ?” kali ini suaraku terdengar serak.sedih sekali dicuekin seperti ini.

“ Mau ngomong apa ?” Itu suara Zahra. Alhamdulillah akhirnya suara itu terdengar juga setelah sekian lama aku menantinya.

“ Kita tidak boleh seperti ini terus Rha, diam-diaman tanpa kenal dosa.sedih hati ini Rha, kita bersahabat sejak lama, sayang hanya karena masalah sepele kita bermusuhan seperti ini. Mari kita rajut kembali benang-benang itu menjadi tali ukhuwah yang lebih indah, mari kita bina persahabatan kita kembali.” Air mataku berjatuhan dari pelupuknya. Air mata itu mengalir mengairi pipi mulusku lalu merambas ke sela-sela jilbab putih yang aku pakai. “Rabb ,, hati ini sedih sekali.” Batinku pelan.

“ Terserah ....” Hanya itu jawaban darinya.
“ Terserah apanya, Rha ?”
“ Ya terserah .”
“ Kamu ga boleh seperti itu Rha, kasihlah komentar harus seperti apa hubungan kita,harus dibawa kemana persahabatan kita ?”
“ Up to you !” itu jawaban singkat yang betul-betul menyinggung perasaanku. Sedikitpun dia tidak menghargai aku sebagai sahabatnya. Dari jawaban ketus itu aku bisa mengambil kesimpulan bahwa Zahra tak lagi menganggap diriku sahabatnya.
“ Terima kasih Rha atas jawabanmu, setidaknya aku tau apa yang harus aku lakukan setelah ini. Maaf kalau aku selama ini tidak bisa menjadi sahabat yang baik bagimu, maaf kalau selama ini aku sering merepotkanmu dan maaf kalau aku harus mengambil keputusan yang aku sendiri tak sanggup melakukannya.

Tapi sanggup tak sanggup aku harus tetap menjalankannya. Air mtaku bertambah deras membasahi pipi,suaraku gemetar tak terhingga. Sebelum beranjak aku kuatkan hati untuk mengulurkan tangan ingin bersalaman, mungkin jabat tangan terakhir. Alhamdulillah dia menyambutnya walaupun hanya sekilas saja.
Aku beranjak ke luar dengan hati pilu. Keputusanku sudah bulat, aku harus hijrah ke tempat lain. Aku tidakmau menjadi masalah disini. Mengalah bukan berarti kalah bukan ???

Namun, sungguh sejujurnya aku tak mengharapkan kejadian ini. Aku pikir semuanya akan baik-baik saja.

Sudahlah ...
Apa dayaku ,,,
Harapan aku selama ini tak kunjung ku dapatkan, ku tak temukan lagi ”senyuman dari sahabatku”.

SAHABAT
Aku bersembunyi ..
Bukan berarti akumenghindar
Aku tenggelam..
Bukan berarti aku menghilang
Tapi..
Semua itu aku lakukan
Demi kebaikan kitabersamanya

By :
Ghyna Noviana Yuniar

Kesepian


Cerpen Kesepian, cerpen kesepian, cerpen sepi, Cerpen tentang Kesepian
Hujan mengawali pagi hari dimana Anne memulai segalanya. Anne membuka matanya perlahan dan berusaha untuk bangun dari tempat tidurnya. Ia bergegas untuk berangkat sekolah.
Anne keluar dari kamarnya dan menuju keluar rumah.

“mama..!! Anne berangkat sekolah ya!” kata Anne dengan tergesa-gesa. Belum sempat ibunya menjawab, Anne sudah meninggalkan rumahnya.

Setibanya Anne di pintu gerbang sekolah, ia bahagia karna melihat pemandangan yang selalu membuatnya tersenyum senang. Anne melihat Ricko, temannya. Sudah hampir satu bulan Anne selalu memerhatikan Ricko tapi Ricko tidak menunjukkan reaksi apapun.

“hari ini gue punya kabar baik buat diri gue sendiri! Pertama, gue gak terlambat dateng ke sekolah. Kedua, pagi-pagi gini walaupun ujan.. gue bisa ngeliat Ricko!” kata Anne pada dirinya sendiri.
Anne sebenarnya ingin berlama-lama di depan pintu gerbang sekolah dan memerhatikan Ricko. Tetapi, ia harus segera masuk kelas.

***

Sesampainya Anne di kelas, ia melihat pemandangan biasa yang membuatnya bosan. Teman-temannya sedang bertukar pikiran alias contek-mencontek. Anne tidak berminat untuk berpartisipasi dalam contek-mencontek itu.

“Ke! Lo belum ngerjain pr ini? Ya’ampun! Kemana aja sih lo?” kata Anne pada teman sebangkunya, Keila.
“belum An! Lo udah?” Tanya Keila.
“udahlah! Lo gimana sih! Itu pr ipa kan? Itu kan udah dari seminggu yang lalu! Kenapa gak dikerjain di rumah? Haduuh!”
“males gue ah! Eh,, An! Sini deh duduk” Keila menarik Anne sampai Anne duduk di kursinya.
“ada apaan sih Ke? Mesti duduk segala!” Anne bingung.
“tapi,, gue takut lo nangis kalo dengernya!” wajah Keila prihatin.
“kenapa sih? Gue gak nangis deh! Janji!”
“Ricko,, jadian sama Rena!”
“oh,, cuma itu?” wajah Anne berubah tapi Anne mencoba untuk berpura-pura tersenyum dan tidak peduli.
“lo gapapa?” Tanya Keila.
“ya,, gue gapapa! Emangnya apa hubungannya gue sama Ricko?” Anne berlagak tidak peduli.

Keila tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Keila tahu yang Anne katakan untuk menguatkan hatinya.
‘jadi,, Ricko,, huuft.. yaudahlah!’ batin Anne.
Anne berjalan keluar kelas meninggalkan Keila yang kembali sibuk mengerjakan pr. Anne melihat rintikan air hujan dari depan kelasnya. Anne melihat dengan jelas ada Ricko di seberang. Tak terasa air mata Anne mengalir.

***

Siang hari yang terik menghapus lembabnya hujan tadi pagi. Anne yang terbaring di tempat tidurnya tidak bisa menahan tangisnya.

Anne bangkit dan berjalan menuju lemari kamarnya. Ia membuka lemarinya dan mengambil sapu-tangan yang ia rajut sendiri. Di sapu-tangan itu tertera nama Ricko. Anne mencoba untuk merusak sapu-tangan itu tapi tidak bisa. Anne mengambil gunting dan mencabik-cabik sapu-tangan itu.

“percuma! Percuma gue ngerajut nama Ricko sebagus apapun! Bahkan percuma kalo gue ngerajut namanya di hati gue! semua itu gak akan bisa ngerubah kenyataan kalo dia bukan buat gue!” kata Anne.
Anne memejamkan matanya. Anne berharap semua ini mimpi dan Anne ingin ia melupakan semua yang pernah ia harapkan. Selama ini, Anne selalu berharap bisa menjadi sesuatu yang special bagi Ricko. Tapi, kini semua itu menjadi sia-sia.

“kalo di otak gue ada tombol delete,, pasti semua harapan gue tentang Ricko udah ilang sekarang!” Anne mencoba tersenyum.

“gue gak boleh cengeng! Gue masih punya sahabat,, gue punya keluarga yang sayang sama gue! apa yang kurang dari hidup gue ini? Udah lengkap menurut gue! gue gak butuh yang lain lagi!” Anne benar-benar tersenyum sekarang. Ia memikirkan hal-hal yang selalu membuatnya bahagia.

Anne keluar dari kamarnya dan melihat ada sahabat-sahabatnya menunggu di ruang tamu. Anne bingung karna sebelumnya ia tidak punya janji dengan sahabatnya.
“kalian di sini?” Anne bingung.

“iya.. gue pikir, lo lagi butuh temen jadi, gue ajak yang lain ke sini juga!” kata Keila.
“tapi kok, tadi gue gak di panggil? Kenapa kalian gak manggil gue?” Tanya Anne.
“ehm,, kita takut ganggu kamu An.. jadi kita tunggu aja di sini!” kata Lisya.
Anne menghampiri sahabat-sahabatnya itu. Anne duduk di samping Gita. Gita tersenyum menatap Anne.
“kalian,, ehm,, huft,, jujur aja! Kalian ke sini karna kasihan ya sama gue?” tanya Anne.
“kita gak kasihan kok sama lo! Kita Cuma prihatin An!” kata Gita.
“sama aja Git!” Anne menunduk.
“kita tau kamu butuh temen! Jadi kita ada di sini! Kita akan selalu ada kalo kamu butuhin An!” kata Lisya.

Anne tersenyum senang mendengar pernyataan sahabatnya yang terdengar sangat peduli dengannya.
“makasih ya guys! Kalian baik banget!”
Sahabat-sahabat Anne tersenyum senang melihat Anne tersenyum. Mereka menghabiskan siang hari bersama-sama. Dan mereka berjanji satu-sama lain untuk akan terus bersama wlaupun apapun yang terjadi.

***

Dua bulan telah berlalu, Anne termenung sendirian di perpustakaan sekolahnya yang sepi. Ia begitu bingung dengan perasaan yang ia rasakan. Anne mengambil kertas dan pensil yang ada di dalam tas-nya. Anne mulai menulis apa yang ia rasakan karna ia sulit untuk mengungkapkannya secara lisan.

Aku punya segalanya yang aku inginkan,,
Aku mendapat semua kasih sayang yang aku butuhkan,,
Aku juga tidak sendirian!
Aku mempunyai banyak sahabat yang peduli padaku,
Aku juga mempunyai keluarga yang menyayangiku..
Tapi perasaanku lain dengan keadaan ini..
Rasanya aneh! Sulit untuk aku ungkapkan!
Aku merasa hampa! Kosong!
Aku harus menyebut ini apa?

Anne melipat kertasnya dan menyingkirkannya dari meja membacanya di perpustakaan.
“mungkin kesepian!” suara dari belakang mengejutkan Anne.
Anne menoleh dan sangat terkejut. Tepat di belakang Anne, ada Ricko yang sedang membawa kertas yang Anne singkirkan tadi. Ricko mengambil kursi di sebelah Anne dan mendudukinya.

“boleh duduk di sini kan gue?” Tanya Ricko. Anne hanya bisa mengangguk karna bingung.
“tadi,, lo bilang apa?” Tanya Anne.
“gue bilang,, mungkin lo kesepian?”
“gak mungkin! Karna gue punya banyak sahabat!” kata Anne.
“dari luar semua orang juga gak akan keliatan kesepian! Tapi,, mungkin hati lo yang kesepian!” kata Ricko sambil memberikan senyuman manis.

“terus,, apa yang bisa buat gue gak kesepian?” Tanya Anne.
“menurut lo?? Jelas gue gak tau! Cuma lo sendiri yang tau apa yang lo mau!” kata Ricko. Ricko menatap mata Anne dengan tajam.

“ehm,, entahlah!” Anne mengalihkan pandangannya.
“tau gak sih An! Baru sekarang gue berani ngomong sama lo!” kata Ricko mencoba menatap Anne.
“emangnya kenapa? Emangnya sebelumya lo takut sama gue?” Anne bingung atas pernyataan Ricko.
Ricko tersenyum dan berkata “iya! Gue takut jantung gue copot kalo ngomong sama lo! Tapi,, ternyata gak! jantung gue cuma berdetak lebih cepet!”
“apaan sih lo Ricko! Oh,, iya! Bukannya lo pacaran sama Rena ya?” Tanya Anne.
“udah lama banget kali!” kata Ricko.
“sekarang masih?”
“yup!”
‘kalo lo masih pacaran sama Rena,, kenapa harus ngomong jantung mau copot segala coba?’ batin Anne.
“oh iya,, Anne! Gue suka sama lo!” kata Ricko.
“maksud lo apa sih Ricko?” Anne jadi kesal dengan sikap Ricko.
“gue suka sama lo! Gue mau lo jadi sahabat gue karna gue udah lama ngincer lo jadi orang yang special buat gue!” kata Ricko.
“maksudnya?”
“kalo lo mau,, lo bisa jadi orang yang sangat special bagi gue! ‘SAHABAT’ lo mau kan jadi sahabat gue? please…!” Ricko memohon sampai ia berlutut di hadapan Anne.
“haha,, lebay banget sih! Pastinya gue mau jadi sahabat lo! Tapi,, lo harus janji! Lo harus bantuin gue nemuin obat kesepian gue!” kata Anne.

“gak perlu repot kok! Obat kesepian lo itu kan gue!” Ricko membanggakan dirinya.
Anne tersenyum mendengarkan pernyataan Ricko.
‘mungkin,, ini udah takdir! Dan gue seneng banget bisa sahabatan sama Ricko! Selama ini,, gue berharap bisa jadi sesuatu yang special buat Ricko! Dan,, sekarang tercapai! Gue ngerti,, sahabat lebih special dari apapun itu! sekarang semuanya berjalan sempurna’ batin Anne.

AKU CINTA SAHABATKU

Oleh NN

Angin sore menerpa wajahku yang sedang asyik-asyiknya melamunkan hal yang ga tau kenapa bisa aku lamunin. Hal ini tuh udah bikin aku galau belakangan ini. Ya, apa lagi kalau bukan jatuh cinta. Jatuh cinta udah ngebuat aku kaya orang bego. 

Tiap kali aku makan, wajah dia tuh selalu muncul, ngebayang-bayangin tiap langkah aku ke sekolah, dia tuh bagaikan bintang untukku, slalu nemenin tokoh 'aku' dalam mimpi aku. Sebenernya sih dia tuh temen chattingan facebook aku, dia tuh slalu ada kalau aku lagi sedih, ada masalah, juga kalau aku seneng, dia slalu ada buat jadi tempat berbagi kesenangan.  

"Braakkkk!" suara itu kedengaran amat menyeramkan, dan setelah kusadari, ternyata aku terjatuh dari ayunan yang sedang kunaiki. Ya ampun, aku ngelamunin dia lagi... Apa yang terjadi sama aku? Masa aku baru aja ngelakuin hal bego kaya gitu? Hal yang mungkin ngebuat orang lain ngakak di atas penderitaanku. 

"Awww.... Sakit banget kaki aku..." sebenarnya aku tau di taman ini ga ada orang lain selain aku, tapi kok aku ngerasa ada suara ketawa yang kejam? Hiiyyy, jangan-jangan....... 

"Huaaaa", aku berteriak kencang saking kagetnya. Baru kali ini aku denger suara hantu, ternyata suaranya tuh kaya manusia banget yah.  

"Ya ampunnn, ini Kayla? Ahaha, aku ngga nyangka banget bisa ketemu kamu di sini, Kay", kata suara itu. Haaaaa..... Salah apa aku bisa ketemu hantu di sore hari yang indah ini, ternyata hantu itu serba tau yaaa, masa dia juga tau nama aku, terus ya iya dia seneng bisa ketemu manusia bernama Kayla ini di taman terus nakut-nakutin dia, sementara aku...? 

'Tuhan tolongin aku Tuhan, bawa aku ke tempat yang aman, ke atas pohon boleh deh, asal aku ga usah ngeliat ni hantu gitu, ngga usah tatap muka sama diaaa.... Aku takut hantu....', doaku dalam hati. Tapi kayanya itu cuma jadi mimpi soalnya aku masih di bawah pohon, di deket ayunan kuning ini.... Suara langkah kaki itu semakin deket lagi... 

"aaaaaaa, jangan bunuh aku, mas hantu, aku masih belom punya pacar, masih banyak dosa sama mama sama papa... Pleaseee dong mas hantu, biarin aku hiduppp", teriakku sejadi-jadinya.  "Hahahahaha Kaylaa-Kaylaa... Kamu tuh yaa ngga di dunia asli, ngga di chat, sama aja: PENAKUT! Hahaha, ini aku, Mike..." kata suara itu... 'Mike siapa' kataku dalam hati.... 'Mike??? Hah, cowo itu? yang sedari tadi aku pikirin? Cowo yang ngebuat aku jatuh memalukan dari ayunan? hahaha, ngga mungkin ah', kataku sembari membalikkan tubuhku ke arah suara itu berasal. Hwaaa, wajah itu membuat hatiku bergetar hebat. 

Ternyata itu beneran Mike ya Tuhan!  Seketika lidahku tak bisa berkata-kata, 'kenapa lidahku kelu tiap kau panggil aku', gitu kalo kata sm*sh! aduh apa apan aku ini, di saat seperti ini aku masih bisa mikirin boyband asal Bandung favoritku itu... kembali lagi dong ke dunia nyata. "Hah, kamu beneran Mike?" kataku, memandang wajah dia yang berdiri di sebelahku sambil mengulurkan tangan, membantuku berdiri. 

"Ya iyalah emang kamu mikir aku ini hantu yang tau nama kamu? Hahaha", kata Mike seolah dapat membaca pikiranku. "Hehehe, ya kirain sih", kataku, menyambut uluan tangannya.  Baru kali ini aku melihat wajah aslinya, ternyata lebih cakep dari fotonya, ngebuat hati aku cenat cenut. 

Kami mengobrol banyak di taman sambil menikmati matahari yang dengan malu-malu ke tempat asalnya. Senja itu, aku benar-benar ngerasain apa yang namanya indahnya jatuh cinta. Setelah mengobrol begitu lamanya, kami berpamitan, oiyah sekarang aku tau, dia pindah ke blok sebelah rumah aku. Aku jadi tetanggaan sama dia, senangnya :D. Kami lalu pergi ke rumah Mike untuk Mike kenalkan sama keluarganya yang sering dia ceritakan di chat ym ke aku.    

Mike pindah dari Jakarta ke Bandung, katanya sih papanya tugas kerja di Bandung. Dia tinggal sama keluarganya, yang barusan dia kenalin ke aku, Oom Anwar, Tante Rosa, dan adik perempuannya yang cantik, Mary. Mike sekolah di sekolah yang beda sama aku. Hari-hari berikutnya kujalani dengan senyuman yang menghiasi wajaku, menganggap bahwa semua hal buruk di dunia ini takkan berarti apa-apa bagiku, asal aku bisa liat wajah dia, wajah Mike setiap hari... 

Sekarang Mike sudah menjadi sahabatku yang selalu ada di sampingku tiap aku ada masalah, dia selalu ngehibur aku.Semuanya jadi indah, sampai pada suatu hari, dia cerita ke aku tentang seorang cewe yang udah ngebuat hati aku sedih. Mike suka sama cewe itu, dan akhirnya setelah 3 bulan PDKT atau pendekatan, mereka jadian.  

Aku ngga kuat kalo harus terus begini, aku harus ngomong sama Mike tentang perasaanku sebenarnya, sebelum aku dibuat gila sama perasaan cinta sama sahabat sendiri. Bahkan, sebelum kami sahabatan, cuma sebagai temen di dunia lain selain dunia nyata, yaitu dunia maya, yang ga pernah tatap muka sebelumnya, aku udah suka sama dia... Ya, kalo perasaan ini terus-menerus dipupuk kaya gini, apalagi dengan sikap baik bangetnya itu, sikap perhatian itu, aku ngga mungkin ngga cinta sama dia... Rasa cinta ini terus menerus tumbuh, semakin besar dan semakin besar. Kalau aku ngga ngomong, bukannya aku seneng, tapi malah tersiksa sama perasaan ini.  Sampai pada suatu sore yang cerah, saat kami sedang ngobrol di taman kompleks sambil menatap awan yang terus menerus bergerak, aku menceritakan semua tentang isi hatiku, apa yang aku rasakan sama dia, dari kapan perasaan itu muncul, dan berbagai macam kalimat lain yang gatau kenapa langsung meluncur dari lidahku. Aku juga heran kenapa dia ngga kaget sama apa yang aku katakan. 

Dia tetap tersenyum manis sambil mendengarkan aku bicara tentang perasaan terlarang ini. Setelah selesai semua beban di hatiku ini. "Mike, kok kamu malah senyum-senyum sih? Emang sih ceritaku tuh novel banget, tapi harus kamu tau, ini tuh kejadian sebenernya!", kataku. 

"Ngga kok, Kay, aku seneng kamu mau jujur sama aku, aku seneng kamu mau jadi the one yang mau tulus cinta sama aku... Ehm, sebenernya aku malu banget ngomong ini sebenernya. Aku juga suka sama kamu, Kay. Dari kita ketemu di chat ym, aku juga udah suka sama kamu, aku berusaha supaya jadi yang terbaik buat kamu. Tapi aku udah putus harapan, soalnya kamu tuh ngga ngasih respon ke aku", jelas Mike. 

"Hah? Kalau kamu juga suka sama aku, kenapa kamu jadian sama Lila? Kenapa kamu malah ngebuat hati aku tambah sakit, Mike setelah aku tau kejadian yang sebenarnya."  

"Sebenernya, Lila yang aku ceritain ke kamu itu, dia adik aku, aku cuma mau tau, apa kamu cemburu sama Lila atau ngga. Ternyata kamu cemburu yah, hehehe", canda Mike, tapi aku kira ini janggal dan ngga lucu! "Mike, bukannya adik kamu namanya Mary? Kok kamu ganti jadi Lila sih?", tanyaku penasaran.
"Yah, namanya kan Delila Mary Wijaya, nama belakangnya sama kaya aku: Michael Stefan Wijaya. Hehehe, maaf banget kalau aku udah bohongin kamu, Kayla." 

Mike membuat aku yang tadinya kesal bercampur senang merasa sedikit tenang.  

"Jadi?" kata Mike. "Jadi, apa aku boleh jadi cowo yang bisa ngelindungin kamu, Kay?", sederhana, tapi udah buat aku melambung tinggi, bagai terbang di atas awan. 

"Aku mau, Mike jadi cewe yang bisa ngertiin kamu", jawabku sambil tersenyum. Kami baru saja jadian dan aku sangat senang akan hal itu. Menikmati senja di dekat ayunan tempatku pertama bertemu dengan Mike, dengan suasana yang sama: langit senja berwarna merah keunguan membuat hatiku tentram. Ternyata, sahabat juga bisa jadi cinta.

Arti Persahabatan


cerpen, cerpen, kumpulan cerpenBagiku arti persahabatan adalah teman bermain dan bergembira. Aku juga sering berdebat saat berbeda pendapat. Anehnya, semakin besar perbedaan itu, aku semakin suka. Aku belajar banyak hal. Tapi ada suatu kisah yang membuat aku berpendapat berbeda tentang arti persahabatan. Saat itu, papa mamaku berlibur ke Bali dan aku sendirian menjaga rumah...


“Hahahahaha!” aku tertawa sambil membaca.


“Beni! Katanya mau cari referensi tugas kimia, malah baca komik. Ini aku menemukan buku dari rak sebelah, mau pinjam atau tidak? Kamu bawa kartu kan? Pokoknya besok kamis, semua tugas kelompok pasti selesai. Asal kita kerjakan malam ini. Yuhuuuu... setelah itu bebas tugas. PlayStation!” jelas Judi dengan nada nyaring.


Judi orang yang simpel, punya banyak akal, tapi banyak juga yang gagal, hehehe.. Dari kelas 1 SMA sampai sekarang duduk di kelas 2 - aku sering sekelompok, beda lagi kalau masalah bermain PlayStation – Judi jagoannya. Rasanya seperti dia sudah tau apa yang bakal terjadi di permainan itu. Tapi entah kenapa, sekalipun sebenarnya aku kurang suka main PlayStation, gara-gara Judi, aku jadi ikut-ikutan suka main game.


Sahabatku yang kedua adalah Bang Jon, nama sebenarnya Jonathan. Bang Jon pemberani, badannya besar karena sehari bisa makan lima sampai enam kali. Sebentar lagi dia pasti datang - nah, sudah kuduga dia datang kesini.


“Kamu gak malu pakai kacamata hitam itu?” Tanyaku pada Bang Jon yang baru masuk ke perpustakaan. Sudah empat hari ini dia sakit mata, tapi tadi pagi rasanya dia sudah sembuh. Tapi kacamata hitamnya masih dipakai. Aku heran, orang ini benar-benar kelewat pede. Aku semakin merasa unik dikelilingi dua sahabat yang over dosis pada berbagai hal.


Kami pulang bersama berjalan kaki, rumah kami dekat dengan sekolah, Bang Jon dan Judi juga teman satu komplek perumahan. Saat pulang dari sekolah terjadi sesuatu.


Kataku dalam hati sambil lihat dari kejauhan “( Eh, itu... )”.
“Aku sangat kenal dengan rumahku sendiri...” aku mulai ketakutan saat seseorang asing bermobil terlihat masuk rumahku diam-diam. Karena semakin ketakutannya, aku tidak berani pulang kerumah.
“Ohh iya itu!” Judi dan Bang Jon setuju dengan ku. Judi melihatku seksama, ia tahu kalau aku takut berkelahi. Aku melihat Judi seperti sedang berpikir tentangku dan merencanakan sesuatu.
“Oke, Beni – kamu pergi segera beritahu satpam sekarang, Aku dan Bang Jon akan pergoki mereka lewat depan dan teriak .. maling... pasti tetangga keluar semua” bisikan Judi terdengar membuatku semakin ketakutan tak berbentuk.


Karena semakin ketakutan, terasa seperti sesak sekali bernafas, tidak bisa terucapkan kata apapun dari mulut. “...Beni, ayo...satpam” Judi membisiku sekali lagi.


Aku segera lari ke pos satpam yang ada diujung jalan dekat gapura - tidak terpikirkan lagi dengan apa yang terjadi dengan dua sahabatku. Pak Satpam panik mendengar ceritaku – ia segera memberitahu petugas lainnya untuk segera datang menangkap maling dirumahku. Aku kembali kerumah dibonceng petugas dengan motornya. Sekitar 4 menit lamanya saat aku pergi ke pos satpam dan kembali ke rumahku.


“Ya Tuhan!” kaget sekali melihat seorang petugas satpam lain yang datang lebih awal dari pada aku saat itu sedang mengolesi tisu ke hidung Bang Jon yang berdarah. Terlihat juga tangan Judi yang luka seperti kena pukul. Satpam langsung menelpon polisi akibat kasus pencurian ini.


“Jangan kawatir... hehehe... Kita bertiga berhasil menggagalkan mereka. Tadi saat kami teriak maling! Ternyata tidak ada tetangga yang keluar rumah. Alhasil, maling itu terbirit-birit keluar dan berpas-pasan dengan ku. Ya akhirnya kena pukul deh... Judi juga kena serempet mobil mereka yang terburu-buru pergi” jawab Bang Jon dengan tenang dan pedenya.
Kemudian Judi membalas perkataan Bang Jon “Rumahmu aman - kita memergoki mereka saat awal-awal, jadi tidak sempat ambil barang rumahmu.”


Singkat cerita, aku mengobati mereka berdua. Mama Judi dan Ban Jon datang kerumahku dan kami menjelaskan apa yang tadi terjadi. Anehnya, peristiwa adanya maling ini seperti tidak pernah terjadi.
“Hahahahaha... “ Judi malah tertawa dan melanjutkan bercerita tentang tokoh kesayangannya saat main PlayStation. Sedangkan Bang Jon bercerita kalau dia masih sempat-sempatnya menyelamatkan kacamata hitamnya sesaat sebelum hidungnya kena pukul. Bagaimana caranya? aku juga kurang paham. Bang Jon kurang jelas saat bercerita pengalamannya itu.


“( Hahahahaha... )” Aku tertawa dalam hati karena mereka berdua memberikan pelajaran berarti bagiku. Aku tidak mungkin menangisi mereka, malu dong sama Bang Jon dan Judi. Tapi ada pelajaran yang kupetik dari dua sahabatku ini.


Arti persahabatan bukan cuma teman bermain dan bersenang-senang. Mereka lebih mengerti ketakutan dan kelemahan diriku. Judi dan Bang Jon adalah sahabat terbaikku. Pikirku, tidak ada orang rela mengorbankan nyawanya jika bukan untuk sahabatnya ( Judi dan Bang Jon salah satunya ).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

One Direction Blog Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger